Research Attachment di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Week-2 Story: “My Experience”

Fakultas Kedokteran > Berita > Research Attachment di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Week-2 Story: “My Experience”

Salam mahasiswa!

Minggu lalu kami sudah berbagi tentang aktivitas kami selama proses adaptasi dan penyesuaian diri dengan lingkungan laboratorium di Fakulti Perobatan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kali ini kami akan berbagi cerita pengalaman kami di minggu kedua kegiatan Student Research Attachment yang merupakan bagian dari serangkaian kegiatan kerjasama antara FK UNISMA dan UKM.

Kegiatan di awal minggu kedua ini tidak banyak berbeda dengan minggu sebelumnya. Aktivitas sehari-hari kami banyak berkutat di laboratorium dan lingkungan kampus UKM. Saya mendapatkan banyak pengalaman baru selama beraktivitas di laboratorium sel kultur. Beruntungnya selama di sini, saya banyak dibimbing oleh staf laboratorium dan supervisor penelitian saya. Kegiatan penelitian yang saya jalani masih berkutat dengan sel cardiomyocyte tikus confluent (H9c2) dan mulai belajar untuk melakukan kegiatan perbanyakan sel (sub-culture) agar memenuhi jumlah sampel yang saya perlukan selama penelitian ini. Sementara rekan saya, Rhivaldy sudah mulai melakukaan pewarnaan histologi tulangnya atau istilah kerennya staining bone histology.

Walaupun topik penelitian saya dan Rhivaldy berbeda, namun sebetulnya lokasi laboratorium saya dan Rhivaldy bersebelahan. Sehingga saya dan Rhivaldy masih bisa menghabiskan waktu bersama-sama saat istirahat sholat dan makan siang selama kami menyelesaikan penelitian di laboratorium masing-masing. Sehari-hari kami melakukan penelitian kami didampingi oleh para staf laboratorium yang sangat membantu sekali mengingat kami masih termasuk peneliti pemula di laboratorium ini. Sementara itu, di luar laboratorium, supervisor kami membimbing jalannya proses penelitian ini. Supervisor saya adalah ketua Departemen Farmakologi UKM, Prof. Dr. Kamisah Yusof. Sedangkan supervisor rekan saya, Rhivaldy adalah Dr. Chin Kok Yong, salah satu staf pengajar di Fakulti Perobatan UKM.

Di minggu media ini kami memanfaatkan waktu untuk lebih banyak mengeksplorasi berbagai fasilitas yang ada di UKM. Lokasi kampus sangat strategis dan yang menyenangkan adalah fasilitas untuk mahasiswanya keren. Lokasi penelitian kami berada di daerah Cheras, dekat sekali dengan Hospital UKM. Lokasi kampus ini sebenarnya bukan lokasi kampus utama (di daerah Bangi), namun lokasinya tidak kalah kerennya dengan kampus utama.

Nah, bagaimana dengan aktivitas kami di luar penelitian?

Ini yang menarik, di lingkungan kampus banyak sekali rumah makan mulai dari berbagai macam kafe sampai food trucks dan street food lainnya. Mini market serta laundry machine counter pun tersedia. Bahkan tempat gym di asrama juga ada. Alhamdulillah untuk kegiatan ibadah, masjid di asrama sangat nyaman sekali. Padahal ini masih di dalam lingkungan kampus. Ketika keluar dari lingkungan kampus, halte bis terdekat dengan UKM Cheras ini hampir semuanya terhubung dengan stasiun MRT, sangat memudahkan kami jika ingin berjalan-jalan menghabiskan waktu senggang. Selain itu di sekitar kampus juga terdapat kolam renang dan lapangan sepak bola serta taman publik yang sangat nyaman. Jadi, tidak heran ya jika saya dan rekan saya, Rhivaldy, sudah sempat menghabiskan waktu di beberapa tourist spot dan semuanya kita akses dengan transportasi publik.

Selain sibuk dengan aktivitas penelitian dan tidak lupa jalan-jalan, kami juga bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kami memiliki banyak kenalan dan teman baru. Alhamdulillah orang-orang disini friendly banget, ada banyak orang Indonesia juga yang kerja di lingkungan kampus UKM Cheras ini dari bagian cleaning service (yang bertugas membersihkan kamar kami) dan ibu-ibu kasir di Café Delima. Tukang masak mereka rata-rata orang Madura, jadi kalau masakannya cocok di lidah kami ya jangan ditanya kenapa ya. Begitu mereka mengetahui kami adalah teman sebangsa dan setanah air, kami jadi sering mendapatkan jajanan gratis setiap datang ke kafe.

Selain itu, kami juga mendapatkan teman tetangga kamar di asrama dan banyak sekali informasi menarik yang kami dapatkan selama bersosialisasi dengan temen-teman baru di sini. Asrama yang kami huni sebenarnya adalah asrama khusus mahasiswa klinik (Kolej Tun Dr Ismail 1). Sehingga kami berkenalan dengan beberapa dari mereka. Salah satu diantaranya adalah mahasiswa tahun ketiga yang kini sedang menempuh masa kliniknya. Sekedar informasi, di sini (Malaysia) total waktu yang dibutuhkan untuk menjadi dokter hanya 5 tahun (2 tahun preklinik dan 3 tahun klinik).

Sejauh ini pengalaman kami selama dua minggu ini sangatlah menyenangkan. Kami menikmati sekali masa-masa selama menjalani program ini.

Penulis: Arief Rachman Maoelana (*DMI)

Leave a Reply

Berita Terkini

Penguatan Karakter Mahasiswa: Membangun Kesiapan mental menghadapi era post pandemi
Oktober 5, 2022By
SOSIALISASI SISTEM AKADEMIK DAN PESANTREN
September 4, 2022By
TIM BANTUAN MEDIS KHITAN MASSAL RSI UNISMA
Agustus 30, 2022By
Hipertensi “ The Silent Killer Disease”
Agustus 22, 2022By
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG MELAKUKAN PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJASAMA DAN KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) DENGAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
Juli 29, 2022By

Pengumuman

PENGUMUMAN HASIL AKHIR SPMB GELOMBANG 3 TAHUN AKADEMIK 2022/2023
Agustus 20, 2022By
PENGUMUMAN HASIL TES KESEHATAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 3
Agustus 16, 2022By
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHAP 1
Agustus 14, 2022By
PROTOKOL DAN JADWAL PELAKSANAAN SPMB GELOMBANG 3 TAHUN AJARAN 2022/2023 FAKULTAS KEDOKTERAN UNISMA
Agustus 6, 2022By
Pengumuman Membawa Kelengkapan Berkas
Agustus 2, 2022By
id_IDIndonesian