Pengalaman Kami pada Minggu ke-3 di Malaysia

Fakultas Kedokteran > Berita > Pengalaman Kami pada Minggu ke-3 di Malaysia

Pada minggu ketiga ini saya dan teman saya arief rachman maoelana sudah sampai pada tahap akhir peneletian kami. Saya sudah masuk pada tahap akhir pewarnaan slide histology yang saya buat dengan metode H&E Stainning, dan siap untuk melakukan analisis pada slide yang sudah saya buat sebelumnya. Sedangkan maoelana sudah sampai pada tahap treatment dengan angiotensin ,quercetin, parkia speciosa (incubasi 24 jam), setelah itu grup angiotensin di co treated lago dngn parkia dengan 3 konsentrasi yang berbeda. Lalu mempersiapkan reagen untuk alfa actinin staining nya setelah itu dilakukan alfa actinin staining dan didapatkan hasil keesokan harinya.

Kami sudah mulai terbiasa dengan kehidupan kami di Negeri jiran ini. Ketika weekdays kita fokus menyelesaikan segala kegiatan kami di lab, malamnya terkadang kami keluar untuk cari makan. Ketika sudah weekend kami berkeliling kota Kuala Lumpur. Cukup lama kami disini rasanya, sehingga pernah kami merasakana kekangenan dengan masakan khas Indonesia, seperti Ayam geprek, bakso, dan aneka macam makanan lainnya yang pedas-pedas, maklum di sini jarang sekali ada makanan pedas, bahkan yang kata orang malaysia sudah pedaspun, bagi kami sama sekali tidak pedas. 

Jadi kami memutuskan untuk berburu kuliner masakan khas Indoenesia di Kuala Lumpur. Sampai pada akhirnya kami menemukan kedai “Sido Mampir” di Google maps. Jaraknya lumayan jauh dari asrama kami, tapi namanya juga ngidam, lautan dan gunungpun kita akan lewati. Singkat cerita, setelah melalaui cukup banyak MRT Station, kami sudah sampai ke kedai Sido Mampir, langsung disambut dengan lagu khas Indonesia, yap lagu dangdut. Orang yang jualpun sepertinya orang jawa, dilihat dari percakapan mereka. Kamipun langsung memesan bakso, “mas baksone loro yo, minum e teh botol karo es jeruk”, dengan pede saya memesan menggunakan bahasa jawa yang sudah saya pelajari sejak kuliah di UNISMA. Setelah menyelesaikan makanan kita, kita pulang dengan perasaan puas, puas karena sudah memakan bakso dengan kuah yang mantap dan pedas ala-ala bakso malang.
Pada minggu ke-3 juga, surau (musholla) yang ada di asrama kami mengadakan kajian rutin yang dilaksanan oleh remas (remaja masjid) disana. Kamipun ikut serta diundang untuk menghadiri acara kajian tersebut, tidak cukup banyak yang menghadiri kajian tersebut, tapi mubaligh yang mengisi kajian tersebut tidak sama sekali hilang semangatnya untuk mengisi kajian. Yang unik pada sesi akhir pertanyaan di kajian tersebut, ada seorang mahasiswa yang bertanya tentang sifat2 wajib Allah, dan jawaban dari Sheikh DR. Omar mengutip pendapat dari kitab yang ditulis oleh Hadratussyeikh KH. Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama, beliau menyebutkan dengan menerangkan bahwa KH. Hasyim Asyari adalah ulama Nusantara yang sudah diakui di Nusantara. Saya yang mendengarnya cukup bangga mendengar hal itu sebagai mahasiswa UNISMA dari mubaligh asal malaysia.
Begitulah pengalaman kami pada minggu ke-3 di Malaysia😊

Leave a Reply