MERIAHKAN HAUL UMUM RANDUAGUNG, FK UNISMA TURUN MEMBANTU KHITAN DAN PENGOBATAN SECARA LANGSUNG

Fakultas Kedokteran > Berita > Berita MRT > MERIAHKAN HAUL UMUM RANDUAGUNG, FK UNISMA TURUN MEMBANTU KHITAN DAN PENGOBATAN SECARA LANGSUNG

RANDUAGUNG, KAB. MALANG- Bersama Dosen FK Unisma, MRT (Medical Rescue Team) mewujudkan senandika dan karsa untuk berpartisipasi sebagai tim tenaga medis khitan sehat dan pengobatan gratis dalam peringatan Haul Umum yang diadakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Randuagung pada hari Minggu, 24 Oktober 2021.

Khitan sehat dan pengobatan gratis merupakan rangkaian acara hari kedua Haul Umum Randuagung yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB dengan pembacaan sholawat dan sambutan ketua pelaksana. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang, yaitu dr. Fancy Brahma Adhiputra, M.Gz. (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung RA Muslimat Randuagung 13 tersebut dihadiri oleh masyarakat dengan berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak yang mayoritas sebagai peserta khitan, hingga lansia yang memang mendominasi sebagai pasien pengobatan gratis. Meskipun dalam kegiatan yang bersifat massal, pelayanan yang diusahakan oleh tim medis “tidak asal”. Segala bentuk profesionalitas sangat bisa dihandalkan yang tentunya telah diberikan dalam setiap khidmah FK Unisma.

Demi tetap menjaga keamanan pada masa pandemi, masyarakat yang hendak mengikuti khitan maupun pengobatan gratis perlu mengikuti alur screening Covid-19 terlebih dahulu untuk kemudian mendapatkan status sebagai pasien apabila dinyatakan lulus screening. Panitia dan Tim Medis MRT FK Unisma pun bekerjasama untuk memperhatikan secara ketat dan mengupayakan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan yang berlangsung saat weekend tersebut sangat dimanfaatkan oleh tim medis MRT untuk mengasah ilmu dan skill yang telah dipelajari di bangku perkuliahan, dengan poin utama dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Terlebih yang sangat unik yang mungkin tidak akan didapatkan di bangku perkuliahan adalah pelajaran “BAHASA”. Ya, sebagian tim medis MRT memang tidaklah berasal dari daerah Jawa sehingga ketika meluncur dan berinteraksi langsung bersama masyarakat, menjadi ajang pembelajaran bahasa Jawa yang tak jarang terjadi.

Khitan dan pengobatan berakhir memuaskan pada pukul 13.30 WIB. “Sangat bahagia rasanya bisa menemani adek-adek menjalankan sunah,” ucap Irnanda, salah satu Anggota MRT FK Unisma yang menjadi tim bantuan medis saat haul berlangsung.

Oleh: Destiara Martha Pabiansyah (PH MRT 2021-2022/ Mahasiswa FK Unisma Program Studi Pendidikan Dokter)

Leave a Reply