Hipertensi “ The Silent Killer Disease”

Fakultas Kedokteran > Berita > Hipertensi “ The Silent Killer Disease”

Dr. Dini Sri Damayanti

Dalam rangka mengimplementasikan ilimu dan tehnologi yang didapat di dalam kampus, mahasiswa FK UNISMA telah melaksanakan kegiatan bakti sosial di Desa Donowarih Kecamatan Karang Ploso Kabupaten Malang pada tanggal 7 Agustus 2022 . Kegiatan bakti sosial diisi dengan pemeriksaan kesehatan pada manula oleh mahasiswa FK UNISMA dan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi yang dilakukan oleh Dosen sekaligus pembina kegiatan mahasiswa FK UNISMA , Dr.dr.Dini Sri Damayanti,Mkes.
Kegiatan bakti sosial dan penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Proses penyuluhan diikuti para manula warga desa dan kader kesehatan Desa Donowarih. Manula (Manusia Lanjut Usia) merupakan kelompok resiko tinggi berbagai penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertansi. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dalam 3 kali pengukuran dan dalam kondisi istirahat. Penyakit ini jarang menimbulkan keluhan , biasanya pasien hanya mengeluh sakit kepala dan tengkuk terasa berat. Keluhan ini tidak dianggap sebagai keluhan yang serius, sehingga pasien tidak pernah kontrol dan berobat ke dokter. Keluhan mulai muncul setelah terjadi komplikasi seperti sesak nafas bila beraktifitas agak berat, nyeri dada, pandangan kabur atau tiba-tiba tidak dapat melihat, telinga berdenging, muntah-muntah, cemas dan bingung serta penurunan kesadaran. Komplikasi tersering dari hipertensi adalah stroke perdarahan, myokard infark, dan gagal ginjal yang mengkatkan resiko kematian. Itu sebabnya hipertensi sering disebut sebagai the silent killer disease.
Hipertensi disebabkan multifaktorial seperti genetik, usia, jenis kelamin, obesitas, kurang berolahraga, diet tinggi kalori, DM tipe 2, merokok, dan stress psikologis atau fisik. Faktor genetik, usia dan jenis kelamin merupakan faktor – faktor penyebab hipertensi yang tidak dapat diubah, namun faktor-faktor lainnya masih dapat diperbaiki seperti berhenti merokok, diet seimbang sesuai dengan kebutuhan, melakukan olah raga teratur sesuai kondisi tubuh, mengelola stress dengan baik, dan rajin kontrol tekanan darah serta minum obat anti hipertensi secara teeratur bila sudah terdiagnosis mengalami hipertensi oleh dokter. Hipertensi dapat dicegah dan jangan anggap ringan penyakit ini karena dapat menyebabkan komplikasi gangguan beberapa fungsi organ seperti otak, jantung, dan ginjal bahkan menyebabkan kematian.

Leave a Reply

id_IDIndonesian