Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang Menyelenggarakan Uji Progress Serentak Untuk 270 Mahasiswa Dokter Muda Program Profesi Dokter

Malang, 20 September 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) sukses menyelenggarakan Progress Test Pendidikan Profesi Dokter yang diikuti oleh 270 mahasiswa dari berbagai rumah sakit pendidikan dan wahana pendidikan di Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung selama 4 jam di Laboratorium CBT FK Unisma ini menjadi bagian penting dari sistem evaluasi komprehensif program profesi dokter.

Evaluasi Menyeluruh untuk Dokter Masa Depan
Progress Test yang dilaksanakan pada pukul 07.00-11.00 WIB ini menguji 16 kompetensi klinis utama, mulai dari Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah dan Kegawatdaruratan, hingga Ilmu Kesehatan Masyarakat. Para peserta mengerjakan 150 soal pilihan ganda dalam format multiple choice dengan durasi 200 menit.
“Saya mendukung penuh acara progress test ini karena sudah menjadi bagian dari sistem penilaian yang komprehensif di Pendidikan Profesi FK Unisma,” ujar dr. Rahma Triliana, M.Kes, Ph.D, Dekan FK Unisma, saat membuka kegiatan.


Sistem Hybrid untuk Jangkauan Lebih Luas
Inovasi yang diterapkan kali ini adalah sistem pelaksanaan hybrid, yakni kombinasi offline dan online secara serentak. Hal ini memungkinkan mahasiswa yang sedang menjalani rotasi di berbagai rumah sakit pendidikan tetap dapat mengikuti ujian tanpa harus meninggalkan tugas klinisnya dalam waktu lama.
Peserta Progress Test berasal dari RSP Syamrabu Bangkalan, RSP Sampang, RSP Sumenep, RSP Blambangan, RSP Kanjuruhan, RSP Mardi Waluyo Blitar, RSJ Lawang, serta berbagai Puskesmas yang menjadi wahana pendidikan di Kabupaten Malang.


Lebih dari Sekadar Ujian
Dr. dr. Marindra Firmansyah, M.Med.Ed, Wakil Ketua MCEU FK Unisma sekaligus Koordinator Progress Test, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar menguji kemampuan mahasiswa.
“Progress Test ini dapat menjadi data point yang dapat kita gunakan baik sebagai formatif maupun sumatif, dan juga sebagai bagian dari e-portofolio yang akan dikembangkan oleh AIPKI ke depannya,” ungkap Marindra.
Menurutnya, ada tiga tujuan utama pelaksanaan Progress Test ini. Pertama, mengetahui progres kemampuan mahasiswa profesi secara berkala. Kedua, mengidentifikasi mahasiswa yang mengalami kesulitan sejak dini sehingga bisa diberikan bantuan yang tepat. Ketiga, mendapatkan umpan balik untuk evaluasi dan perbaikan kurikulum pendidikan.


Momen Reuni dan Refreshing
Bagi mahasiswa, Progress Test juga menjadi momen yang ditunggu-tunggu karena memberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan teman-teman sejawat yang tersebar di berbagai lokasi praktik.
“Saya sangat senang saat mengikuti uji progress ini karena selain dapat mengetahui kemampuan kognitif saya selama ini, biasanya kami dari RSP akan kembali ke FK Unisma kota Malang sekaligus temu kangen dengan teman yang lain dan sarana healing juga,” ungkap salah satu mahasiswa peserta dari program Pendidikan Profesi.


Tim Solid di Balik Kesuksesan
Kesuksesan penyelenggaraan Progress Test ini tidak lepas dari kerja keras tim MCEU FK Unisma yang dipimpin oleh Dr. dr. Marindra Firmansyah, M.Med.Ed, dengan didukung oleh dr. Ariani Ratri Dewi, Sp.M dan dr. Rizki Anisa, M.Med.Ed sebagai Sie Acara, serta dr. Aris Rosidah, Sp.PA sebagai Sekretaris.
Kegiatan ini juga melibatkan kerjasama erat dengan berbagai Rumah Sakit Pendidikan FK Unisma yang menjadi wahana praktik mahasiswa profesi.


Komitmen Kualitas Pendidikan Dokter
Progress Test merupakan wujud komitmen FK Unisma dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lulusan dokter. Dengan sistem evaluasi yang terstruktur dan komprehensif, FK Unisma memastikan setiap lulusannya memiliki kompetensi yang memadai untuk menjalankan tugas sebagai dokter yang profesional dan berkompeten.
Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian integral dari sistem pendidikan profesi dokter di FK Unisma, sejalan dengan standar pendidikan kedokteran nasional.

Tentang FK Unisma
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma) adalah fakultas kedokteran pertama di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia, yang didirikan atas gagasan K.H. Abdurrahman Wahid pada tahun 1995. Fakultas ini memiliki program studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter, Farmasi, Dan Administrasi Rumah Sakit dengan fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai-nilai Islam Ahlusunnah wal Jamaah. FK Unisma juga berfokus pada riset penyakit degeneratif, penyakit infeksi, dan keanekaragaman hayati.