Sosialisasi dan Demonstrasi Pengujian Sederhana Bahan Pengawet Makanan Berbahaya Berbasis Herbal di SMK Kesehatan Amanah Husada

Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Islam Malang (UNISMA) pada tanggal 5 Januari 2026 melaksanakan Sosialisasi dan Demonstrasi pengujian sederhana pada bahan pengawet makanan yang dilarang (Boraks) menggunakan bahan alam yaitu kunyit Di SMK Kesehatan Amanah Husada yang berlokasi di Batu. Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Farmasi Komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang penggunaan bahan pengawet yang aman sekaligus cara mendeteksinya dengan metode sederhana. Kegiatan penyuluhan ini diketuai oleh Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes, dengan melibatkan empat mahasiswa prodi Farmasi FK UNISMA, yaitu Aufa Nabila Raya, Salsa Sabila, Putri Ega Prastika Wulandari dan Feby Felia Ariani. Pada kegiatan ini juga didampingi oleh salah satu dosen Farmasi yaitu Apt. Heny Dwi Arini, M.Farm

Kegiatan diawali sambutan oleh Kepala Sekolah SMK Kesehatan Amanah Husada, Ibu Dra. Supriyenik, M.Pd, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi siswa dan masyarakat. Kemudian pemberian sambutan dari ketua kegiatan Dr. apt. Yudi Purnomo, M.Kes tentang pentingnya pemilihan BTP yang tepat dan aman sebagai upaya pola hidup sehat.

Selanjutnya dimulailah inti dari acara dengan diawali pengerjaan Pre test oleh siswa-siswi, lalu dilanjutkan pemaparan materi dari pengertian BTP, jenis pengawet hingga tahap-tahap pengujian sederhana pengawet makanan yang dilarang berbasis herbal yaitu kunyit. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan demonstrasi pengujian dimulai dari membuat kertas kunyit, membuat kontrol positif boraks, hingga membuat larutan sampel yang ingin diuji. Sampel yang mengandung boraks akan berubah warna menjadi kuning kemerahan, terbukti dari dua sampel yang disediakan, salah satunya positif mengandung boraks.

Setelah dilakukan demonstrasi, dilanjut dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba melakukan pengujian dan kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan post test oleh siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah penyuluhan dan praktek diberikan. Kegiatan penyuluhan ini berjalan sukses dan lancar dengan harapan memberi manfaat kepada siswa untuk dapat mendeteksi pengawet berbahaya pada makanan dengan metode sederhana yaitu kunyit.