MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Annual Meeting Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) 2026 yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan hari kedua rangkaian FOKI 2026 ini diselenggarakan di Hall Abdurrahman Wahid, Lantai 7, Gedung Ali Bin Abi Thalib, Pascasarjana UNISMA, dan diikuti oleh 71 peserta yang berasal dari berbagai fakultas kedokteran dan perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat jejaring akademik, memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, serta mendorong pengembangan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui forum ini, para akademisi dan praktisi memiliki kesempatan untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta merumuskan arah pengembangan kedokteran Islam yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Kedokteran UNISMA, dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan FK UNISMA sebagai tuan rumah FOKI 2026. Penyelenggaraan forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan akademik, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran Islam yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. Kehadiran pimpinan universitas tersebut menegaskan dukungan UNISMA terhadap penguatan sinergi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan dan keilmuan kedokteran yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Bahas Arah Strategis Pengembangan Kedokteran Islam
Agenda utama Annual Meeting FOKI 2026 dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang dimoderatori oleh Dr. dr. Ida Royani, M.Kes., MHPE, FRRI. Sesi ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo, M.Pd., dengan tema “Kolaborasi Pendidikan, Penelitian, dan Pelayanan Kesehatan Syariah”. Dalam sesi ini, pembahasan diarahkan pada pentingnya membangun keterpaduan antara pendidikan, penelitian, dan praktik pelayanan kesehatan. Kolaborasi lintas institusi menjadi salah satu aspek penting untuk menciptakan sistem kesehatan yang tidak hanya mengedepankan kualitas ilmiah dan profesionalisme, tetapi juga memperhatikan dimensi etika serta nilai-nilai syariah.

Rangkaian diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi mengenang sejarah FOKI yang disampaikan oleh Prof. Dr. Jurnalis Uddin, PAK. Sesi ini menjadi ruang refleksi untuk menelusuri perjalanan dan semangat awal pembentukan FOKI, sekaligus mengingat kembali kontribusi para perintis dalam membangun forum kedokteran Islam di Indonesia. Pemahaman terhadap sejarah tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi generasi akademisi berikutnya untuk meneruskan perjuangan dan mengembangkan peran FOKI sesuai dengan tantangan zaman.

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU., D.Sc., dengan tema “Integrasi Wahyu dan Evidence-Based Medicine: Arah Penelitian Kedokteran Islam Nasional”. Pembahasan ini mengangkat pentingnya membangun pendekatan penelitian kedokteran yang mengintegrasikan nilai-nilai wahyu dengan prinsip kedokteran berbasis bukti (Evidence-Based Medicine). Melalui pendekatan tersebut, pengembangan ilmu kedokteran Islam diharapkan tetap berlandaskan nilai spiritual dan etika, sekaligus menjunjung tinggi metodologi ilmiah, validitas data, serta hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, Dr. dr. Bayu Wahyudi, Sp.OG, LAKK MUI, menyampaikan materi ketiga bertajuk “Standarisasi Thibbun Nabawi pada Ekosistem Kesehatan Syariah di Indonesia”. Materi ini menyoroti pentingnya standardisasi dalam pengembangan dan penerapan Thibbun Nabawi di tengah ekosistem kesehatan syariah. Aspek standardisasi menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pengembangan layanan dan praktik kesehatan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, etika, serta landasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketiga materi tersebut memperkaya perspektif peserta mengenai tantangan dan peluang pengembangan kedokteran Islam di Indonesia. Diskusi yang berlangsung juga menjadi sarana untuk mendorong pertukaran pemikiran, memperluas wawasan akademik, serta membangun kesamaan arah dalam pengembangan pendidikan dan penelitian kedokteran Islam di tingkat nasional.
Diikuti 71 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi
Annual Meeting FOKI 2026 diikuti oleh 71 peserta yang berasal dari berbagai kota dan perguruan tinggi di Indonesia. Institusi yang berpartisipasi antara lain FK UII, FKIK UMY, FK UM Surabaya, FK UMI, FK UNUSA, FK UMS Surakarta, FK UNISSULA, FKIK UNISMUH, FK Universitas Aisyiyah Yogyakarta, FK UNISBA, FK YARSI, FK UMJ, FK Wahid Hasyim, FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, FK Universitas Al-Azhar, FK UNIMUS, FK UMSU, FK Universitas Abdurrab, FK UM Palembang, FK UM Surakarta, FK Baiturrahmah Padang, FK UMM, FK UM Gorontalo, FK UM Mataram, FK UHAMKA, dan FK UM Purwokerto.
Keberagaman institusi yang hadir mencerminkan luasnya jejaring akademik FOKI sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam memajukan pendidikan kedokteran Islam. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, peningkatan kualitas pendidikan, maupun penguatan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dorong Budaya Akademik melalui Presentasi Ilmiah
Setelah sesi pemaparan materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi ilmiah peserta melalui sesi presentasi oral. Sesi ini menjadi wadah bagi peserta untuk memaparkan hasil penelitian, menyampaikan gagasan ilmiah, serta berbagi temuan dan pengalaman akademik dengan sesama insan pendidikan kedokteran.

Presentasi oral juga memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh masukan, memperluas perspektif penelitian, dan membangun komunikasi ilmiah antarinstitusi. Melalui forum ini, diharapkan lahir ide-ide penelitian yang inovatif dan kolaboratif untuk mendukung perkembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam integrasi nilai-nilai Islam dengan praktik dan penelitian medis berbasis bukti.
Penyelenggaraan Annual Meeting FOKI 2026 oleh FK UNISMA menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan kedokteran Islam yang berkualitas dan berdaya saing. Lebih dari sekadar agenda pertemuan tahunan, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran, penguatan jejaring, dan penyamaan visi untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu kedokteran serta pelayanan kesehatan di Indonesia.
Melalui semangat kolaborasi dan integrasi keilmuan, FOKI diharapkan terus berkembang sebagai wadah strategis bagi para akademisi dan praktisi untuk membangun masa depan kedokteran Islam yang unggul, profesional, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang — Totalitas, Integritas, Berkualitas.

