Malang – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) bersama Puskesmas Kromengan mengadakan program Kelas Potensi Stunting untuk “CENTING” yang berlangsung selama tiga hari, 3-5 Juni 2025, di Desa Ngadirejo. Kegiatan yang diikuti 105 peserta ini bertujuan memberikan penyuluhan stunting dan demonstrasi memasak makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk pencegahan stunting.

Dr. dr. Marindra Firmansyah, M.Med.Ed., AIFO-K selaku dosen dan pembimbing klinis FK UNISMA yang memimpin kegiatan ini menjelaskan bahwa program CENTING merupakan upaya konkret untuk menurunkan angka stunting di tingkat desa. “Kami fokus pada edukasi praktis kepada para orang tua, khususnya ibu-ibu yang memiliki balita, agar mereka memahami pentingnya nutrisi yang tepat untuk mencegah stunting,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan lima dokter muda dari FK UNISMA yaitu Haris Hartono, S.Ked, Gisma Putri Santoso, S.Ked, Nur Ummu Mas’uliyah, S.Ked, Alifia Gholizhatul Fitri, S.Ked, dan Nina Oktavia, S.Ked yang turut membantu pelaksanaan program dan memberikan pendampingan langsung kepada peserta.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh drg. Nuryani Mubayin selaku Kepala Puskesmas Kromengan, Pembimbing Klinis FK UNISMA, Penanggung Jawab UKM Posyandu Balita PKM Kromengan, serta Kader Desa Ngadirejo dari Posyandu 2, 3, dan 4.

Program Edukasi Komprehensif
Program ini dirancang dengan pendekatan komprehensif yang dimulai dengan pengisian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta terkait pencegahan stunting. Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan menggunakan media poster dan demonstrasi melalui penayangan video memasak MP-ASI yang disesuaikan dengan usia balita.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana membuat makanan bergizi untuk balita. Video demonstrasi ini sangat membantu para ibu memahami cara pengolahan makanan yang tepat,” tambah Dr. Marindra.
Sebagai bentuk dukungan nyata, setiap peserta juga mendapat pembagian bahan makanan tinggi protein berupa telur yang dapat langsung diaplikasikan dalam menu harian balita mereka. Pembagian telur ini sejalan dengan materi penyuluhan tentang pentingnya protein dalam mencegah stunting.
Setelah sesi penyuluhan, peserta mengisi post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Program ini juga dilengkapi dengan monitoring dan evaluasi selama dua minggu untuk memantau perubahan perilaku peserta dalam memberikan nutrisi kepada anak-anak mereka.
Dukungan Puskesmas Kromengan
drg. Nuryani Mubayin menekankan komitmen Puskesmas Kromengan dalam mendukung program pencegahan stunting melalui berbagai layanan kesehatan. Puskesmas Kromengan menyediakan pelayanan rawat jalan, rawat inap, KIA (termasuk imunisasi, USG, bersalin dan nifas), kesehatan reproduksi, hingga UKM seperti posyandu balita dan lansia.
“Program khusus stunting ‘CENTING TERMODES’ merupakan inovasi kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih fokus pada pencegahan stunting. Kolaborasi dengan FK UNISMA ini sangat strategis untuk meningkatkan kualitas program tersebut,” jelasnya.

Target Masyarakat Tepat Sasaran
Kegiatan ini secara khusus menargetkan 105 orang tua, terutama ibu-ibu yang memiliki balita dan aktif mengikuti posyandu di Desa Ngadirejo. Pemilihan sasaran ini dinilai strategis karena ibu-ibu posyandu merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
Para peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan tentang pentingnya nutrisi dalam mencegah stunting. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk desa-desa lain dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Program Kelas Potensi Stunting “CENTING” ini merupakan wujud nyata kolaborasi akademisi dan tenaga kesehatan dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam upaya menciptakan generasi yang bebas stunting.




