Hadiri KONAS XIII PIT PAMKI 2026 di Makassar, Perkuat Kompetensi Diagnostik Infeksi dan Presentasikan Hasil Riset Antibakteri

Makassar, 9–11 Juli 2026 – Upaya meningkatkan kapasitas akademik dan memperkuat jejaring keilmuan di bidang mikrobiologi klinik terus dilakukan oleh para dosen Indonesia melalui partisipasi aktif dalam forum ilmiah nasional. Salah satunya diwujudkan dengan keikutsertaan seorang dosen dalam Workshop dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) KONAS XIII PAMKI 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) / Indonesian Society for Clinical Microbiology (ISCM) di Kota Makassar pada 9–11 Juli 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh para dokter spesialis mikrobiologi klinik, akademisi, peneliti, tenaga laboratorium, serta praktisi kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi wadah strategis untuk memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan diagnostik penyakit infeksi, resistensi antimikroba, serta inovasi teknologi laboratorium klinik.

Pada hari pertama, peserta mengikuti workshop bertema “Implementation of Open PCR Platform for Syndromic Infectious Disease Diagnostics.” Workshop tersebut membahas implementasi platform Open PCR sebagai salah satu teknologi diagnostik molekuler yang mampu mendeteksi berbagai patogen penyebab penyakit infeksi secara cepat melalui pendekatan sindromik. Materi yang disampaikan meliputi prinsip kerja Open PCR, validasi pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga implementasi teknologi tersebut dalam pelayanan kesehatan dan laboratorium mikrobiologi klinik di Indonesia.

Melalui workshop ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi diagnostik molekuler yang cepat, akurat, dan efisien dalam mendukung penegakan diagnosis, pengambilan keputusan terapi yang tepat, serta pengendalian penyakit infeksi. Peningkatan kemampuan laboratorium diagnostik juga menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung program pengendalian resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) di Indonesia.

Memasuki hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan simposium nasional bertema “One Microbe, Many Perspectives: Diagnostics, Antimicrobials, and Beyond.” Tema tersebut menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam memahami mikroorganisme penyebab penyakit, mulai dari aspek diagnostik, terapi antimikroba, resistensi, epidemiologi, hingga inovasi teknologi kesehatan.

Berbagai narasumber nasional dan internasional menyampaikan perkembangan terkini mengenai diagnosis infeksi berbasis molekuler, pengelolaan infeksi multidrug-resistant organisms (MDRO), strategi antimicrobial stewardship, emerging infectious diseases, serta tantangan resistensi antimikroba yang semakin kompleks di tingkat global.

Diskusi ilmiah yang berlangsung selama simposium juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi, klinisi, laboratorium, pemerintah, dan industri dalam memperkuat sistem surveilans penyakit infeksi serta meningkatkan mutu pelayanan laboratorium klinik. Pendekatan One Health turut menjadi salah satu isu penting yang dibahas sebagai strategi menghadapi ancaman penyakit infeksi baru maupun penyakit yang kembali muncul.

Selain mengikuti workshop dan symposium, pada hari kedua kegiatan juga dilaksanakan sesi presentasi poster ilmiah. Pada kesempatan tersebut dipresentasikan hasil penelitian berjudul “Optimization of Immersion Time of Blank Disk on Antibacterial Activity Using the Disc Diffusion Method.” Penelitian tersebut mengkaji pengaruh lama perendaman blank disk terhadap aktivitas antibakteri pada metode difusi cakram, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap standardisasi prosedur laboratorium dalam pengujian sensitivitas antibakteri. Presentasi poster ini mendapat perhatian dari peserta karena mengangkat aspek metodologi laboratorium yang berpotensi meningkatkan validitas dan reproduktibilitas hasil penelitian mikrobiologi.

Keikutsertaan dalam PIT KONAS XIII PAMKI 2026 diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dosen dalam bidang mikrobiologi klinik, memperluas jejaring kolaborasi penelitian, serta memperkaya materi pembelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa. Berbagai informasi dan inovasi yang diperoleh selama workshop maupun simposium diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Partisipasi aktif dalam forum ilmiah nasional seperti KONAS XIII PIT PAMKI 2026 menjadi bentuk komitmen insan akademik dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang mikrobiologi klinik. Melalui transfer pengetahuan dan kolaborasi lintas institusi, diharapkan inovasi di bidang diagnostik penyakit infeksi dan pengendalian resistensi antimikroba dapat terus berkembang untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.