Bandung, 3–5 Juli 2025 — Dua dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang, telah mengikuti kegiatan Workshop Seri 1: Designing In-House Molecular Assay for Detection of Infectious Disease yang diselenggarakan pada tanggal 3 hingga 5 Juli 2025 di Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas tenaga pendidik dan peneliti dalam bidang bioteknologi molekuler, khususnya dalam pengembangan metode deteksi penyakit infeksius secara mandiri (in-house assay).
Workshop ini diselenggarakan oleh Pusat Riset Center For Translational Biomarker Research Universitas Padjadjaran Bandung, dan diikuti oleh para akademisi, peneliti, serta praktisi laboratorium dari berbagai institusi di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis dalam merancang dan mengembangkan metode deteksi molekuler berbasis PCR atau teknik lain yang sesuai dengan kebutuhan lokal serta keterbatasan sumber daya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi baik secara teoritis maupun praktikal, meliputi: Prinsip dasar deteksi molekuler untuk penyakit infeksius, Desain primer dan probe spesifik untuk patogen target, Validasi dan optimasi uji molekuler secara in-house, Penerapan hasil assay dalam konteks riset dan diagnostik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan metode diagnostik yang lebih efisien, terjangkau, dan sesuai kebutuhan lokal di laboratorium masing-masing. Selain itu, workshop ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring kolaborasi antar peneliti lintas institusi.
Partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang dalam mendukung pengembangan keilmuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan penanggulangan penyakit menular.

