MALANG — Rangkaian asesmen lapangan akreditasi pertama Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS), Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma), berakhir pada Rabu (16/9/2026). Selama tiga hari, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen Prodi ARS FK Unisma dalam membangun budaya mutu, meningkatkan daya saing, dan mengembangkan pendidikan Administrasi Rumah Sakit secara berkelanjutan.
Asesmen dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melalui peninjauan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi. Selain mengevaluasi dokumen dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, asesor juga memberikan sejumlah masukan strategis bagi pengembangan Prodi ARS FK Unisma.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan branding kelembagaan melalui website dan media sosial, peningkatan prestasi mahasiswa dan dosen, penguatan eksistensi akademik di tingkat nasional, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kehadiran digital dinilai perlu dioptimalkan sebagai sarana untuk memperkuat identitas Prodi ARS FK Unisma sekaligus mendokumentasikan berbagai capaian akademik dan nonakademik sivitas akademika. Prestasi mahasiswa dan dosen juga diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan reputasi dan daya saing program studi.
Selain itu, dosen didorong untuk meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan akademik berskala nasional, termasuk melalui hibah penelitian. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kontribusi Prodi ARS FK Unisma dalam pengembangan keilmuan Administrasi Rumah Sakit.

Pada aspek sumber daya manusia, Prof. Dr. Masrizal, S.K.M., M.Biomed. memberikan masukan mengenai pentingnya perencanaan pengembangan dosen, termasuk mendorong peningkatan kualifikasi akademik hingga jenjang doktoral.
Penguatan kompetensi tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari catatan asesmen. Workshop dan pelatihan dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan dalam mendukung layanan akademik dan administrasi. Di samping itu, kebutuhan penambahan tenaga kependidikan perlu menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi beban kerja dan tugas rangkap.
Aspek kesejahteraan sumber daya manusia turut menjadi bagian dari pengembangan kelembagaan. Peningkatan kapasitas, profesionalitas, dan kesejahteraan perlu berjalan secara seimbang agar mampu mendukung kinerja sivitas akademika secara optimal.
Dalam bidang akademik, asesor menyoroti pentingnya keterkaitan antara visi dan misi program studi dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Tugas akhir atau skripsi mahasiswa diharapkan semakin diarahkan sesuai dengan penciri Prodi ARS. Hal tersebut juga perlu diperkuat melalui kesinambungan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan refleksi sekaligus pijakan bagi Prodi ARS FK Unisma untuk menyusun langkah pengembangan berikutnya. Sebagai program studi yang sedang menjalani akreditasi pertama, proses asesmen ini memberikan pengalaman penting dalam memperkuat sistem, tata kelola, dan budaya mutu.
Berakhirnya asesmen juga menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan akreditasi. Penyusunan evaluasi diri, pemenuhan data dukung, hingga pelaksanaan asesmen merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra.
Proses tersebut menegaskan bahwa akreditasi bukanlah pekerjaan individual, melainkan hasil dari kerja kolektif, sinergi, dan komitmen seluruh unsur yang terlibat.

Dekan FK Unisma juga menegaskan pentingnya semangat “Totalitas, Integritas, Berkualitas” dalam menjalankan seluruh rangkaian asesmen. Semangat tersebut menjadi landasan bagi Prodi ARS FK Unisma untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan pendidikan kesehatan.
Bagi Prodi ARS FK Unisma, berakhirnya asesmen lapangan bukan menjadi akhir dari proses peningkatan mutu. Sebaliknya, momentum ini menjadi pijakan untuk menindaklanjuti berbagai masukan dan memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan Administrasi Rumah Sakit yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan dunia pelayanan kesehatan.
Melalui rangkaian asesmen LAM-PTKes, Prodi ARS FK Unisma meneguhkan komitmen untuk memperkuat branding kelembagaan, mengembangkan prestasi mahasiswa dan dosen, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.


