MALANG — Rangkaian asesmen lapangan akreditasi pertama Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS), Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma), berlanjut dengan kunjungan langsung ke berbagai sarana dan prasarana pendidikan, Selasa (15/9/2026).
Kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam proses asesmen oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Dua asesor, Dr. Fauzie Rahman, S.K.M., M.P.H. dan Prof. Dr. Masrizal, S.K.M., M.Biomed., meninjau secara langsung berbagai fasilitas yang mendukung proses pendidikan di lingkungan FK Unisma.

Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ruang pengelola program studi, perpustakaan, ruang administrasi, berbagai laboratorium, ruang arsip dan keuangan, ruang kuliah, hingga fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Mini Hospital Prodi Administrasi Rumah Sakit. Fasilitas ini menjadi salah satu ruang pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman simulasi pengelolaan dan pelayanan rumah sakit kepada mahasiswa.

Di Mini Hospital, asesor melihat secara langsung berbagai station pelayanan yang telah dipersiapkan. Setiap station dilengkapi perangkat komputer yang dapat digunakan untuk menunjukkan implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Konsep pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya Prodi ARS FK Unisma menghadirkan pendidikan yang selaras dengan perkembangan transformasi digital di sektor kesehatan. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada aspek administrasi rumah sakit secara konseptual, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui simulasi alur pelayanan dan pemanfaatan teknologi digital.

Keunggulan yang dikembangkan Prodi ARS FK Unisma diarahkan pada penguatan layanan prima dan konsep smart hospital berbasis teknologi digital. Pendekatan tersebut menekankan bagaimana teknologi dapat mendukung alur pelayanan agar berlangsung lebih cepat, efisien, dan efektif.
Melalui Mini Hospital, mahasiswa dapat mempelajari berbagai proses pelayanan secara lebih kontekstual. Simulasi memungkinkan mahasiswa memahami hubungan antara sumber daya manusia, alur pelayanan, sistem informasi, administrasi, dan kebutuhan pasien dalam suatu ekosistem pelayanan rumah sakit.
Kunjungan kemudian berlanjut ke berbagai fasilitas pembelajaran lainnya, termasuk ruang rawat jalan, ruang simulasi, OSCE Centre, ruang CSL, ruang manekin, ruang tutorial, ruang CBT, serta fasilitas pendukung akademik di lingkungan FK Unisma.

Asesor juga meninjau sejumlah fasilitas di lingkungan Universitas Islam Malang yang mendukung ekosistem pendidikan, antara lain perpustakaan universitas, Laboratorium Bahasa, serta fasilitas pengembangan inovasi dan kekayaan intelektual.
Rangkaian kunjungan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai dukungan sarana dan prasarana terhadap penyelenggaraan pendidikan Prodi ARS. Tidak hanya fasilitas utama program studi, tetapi juga lingkungan akademik universitas yang menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran mahasiswa.
Bagi Prodi ARS FK Unisma, kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan sarana pembelajaran sekaligus memperoleh masukan dari para asesor. Proses asesmen diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu yang terus berkembang.

Asesmen lapangan akreditasi pertama ini juga menjadi bagian dari perjalanan Prodi ARS FK Unisma dalam memperkuat identitas akademiknya. Pengembangan layanan prima dan smart hospital berbasis teknologi digital menjadi salah satu ikhtiar untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis.
Dengan dukungan sarana pembelajaran, laboratorium, Mini Hospital, serta pemanfaatan teknologi digital, Prodi ARS FK Unisma terus membangun lingkungan pendidikan yang memungkinkan mahasiswa belajar melalui pengalaman yang mendekati konteks pelayanan rumah sakit sesungguhnya.
Semangat “Totalitas, Integritas, Berkualitas” menjadi landasan dalam menjalani seluruh rangkaian asesmen lapangan yang berlangsung pada 14–16 September 2026.
Bagi Prodi ARS FK Unisma, asesmen bukan sekadar proses menuju akreditasi, melainkan momentum untuk memastikan bahwa setiap ruang, fasilitas, teknologi, dan proses pembelajaran benar-benar bermuara pada peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi transformasi pelayanan kesehatan.

