Dosen Unisma Paparkan Potensi Buah Tin sebagai Antihipertensi Alami di Forum Internasional ICCMS 2026

Malang– Yoni Rina Bintari, dosen Universitas Islam Malang (Unisma), menjadi pemakalah oral pada The 8th International Conference on Chemistry and Material Sciences (ICCMS 2026). Konferensi ini digelar pada 15–16 September 2026 di Gedung A20 Universitas Negeri Malang (UM) dan dihadiri akademisi serta peneliti bidang kimia dan ilmu material dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Dalam sesi oral presentation, ia memaparkan makalah berjudul ‘Metabolite Profiling and Antihypertensive Potential of Ficus carica Fruit through Integrated Antioxidant Activity, Total Flavonoid Content, ACE Inhibitory Assay, and LC–MS/MS–FTIR Characterization’. Penelitian ini mengkaji kandungan metabolit buah tin (Ficus carica) dan potensinya sebagai bahan alami pendukung pengendalian tekanan darah tinggi.

Penelitian dilakukan secara terpadu dengan beberapa pengujian, yaitu aktivitas antioksidan, kadar flavonoid total, dan kemampuan ekstrak menghambat enzim pengubah angiotensin (*Angiotensin-Converting Enzyme*/ACE). Enzim ini berperan penting dalam pengaturan tekanan darah dan menjadi sasaran utama banyak obat antihipertensi. Profil senyawa aktif dalam buah tin juga dikarakterisasi menggunakan LC–MS/MS dan FTIR untuk mengidentifikasi metabolit yang diduga berperan dalam aktivitas tersebut.

“Buah tin sudah lama dikenal masyarakat, tetapi kajian ilmiah tentang mekanisme antihipertensinya masih perlu diperkuat. Melalui pendekatan terintegrasi ini, kami ingin memberikan dasar ilmiah yang lebih kokoh bagi pengembangan buah tin sebagai kandidat bahan pangan fungsional maupun fitofarmaka,” ujar Yoni Rina Bintari.

Presentasi tersebut mendapat tanggapan positif dari peserta dan reviewer. Diskusi berlangsung mengenai peluang pengembangan formulasi serta tindak lanjut penelitian melalui uji in vivo.

Keikutsertaan dalam ICCMS 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan diseminasi hasil penelitian dosen di tingkat internasional sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya publikasi ilmiah bereputasi dan memperkuat kontribusi Unisma dalam pengembangan riset bahan alam berbasis potensi lokal.