Malang, 8 Agustus 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) menyelenggarakan Pelatihan Penguji OSCE, Pelatih Pasien Standar (PPS), dan Pasien Standar (PS) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Al-Asy’ari Lantai 3, Ruang Seminar Syekh Yusuf Al-Makassari, serta Lantai 4, Ruang Seminar KH. Makhrus Ali FK UNISMA.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya FK UNISMA menjaga dan meningkatkan mutu pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE), khususnya melalui peningkatan kompetensi penguji, pelatih pasien standar, serta kesiapan pasien standar dalam mendukung proses asesmen keterampilan klinis mahasiswa.
Pelatihan diikuti oleh 30 peserta Penguji OSCE, yang terdiri atas 24 peserta dari rumah sakit pendidikan FK UNISMA, 4 peserta dari FK UNISMA, dan 2 peserta dari RSI UNISMA. Sementara itu, Pelatihan Pelatih Pasien Standar (PPS) diikuti oleh 17 peserta, terdiri atas 16 peserta internal dan 1 peserta dari UMSURA. Adapun pelatihan Pasien Standar (PS) diikuti oleh 31 peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Syubbanul Waton, dan Sholawat Nuril Anwar, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan FK UNISMA, dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam OSCE agar proses asesmen dapat berlangsung objektif, terstandar, dan mampu menggambarkan kompetensi klinis peserta didik secara akurat.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti pre-test Pelatihan Penguji OSCE dan Pelatih Pasien Standar (PPS) sebagai bagian dari evaluasi awal pemahaman peserta terhadap materi yang akan diberikan.
Penguatan Kompetensi Penguji OSCE dan Pelatih Pasien Standar
Sesi pelatihan Penguji OSCE dan PPS menghadirkan dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F dan dr. Nilly Sulistyorini, Sp.F.M. sebagai pemateri.

Pada sesi Penilaian Performa Klinik OSCE sebagai Uji Kompetensi (UK), dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F. menjelaskan prinsip penilaian performa klinik dalam OSCE sebagai bagian dari uji kompetensi, termasuk pentingnya objektivitas dan konsistensi dalam menilai kemampuan peserta.
Materi Blueprint dan Template Soal OSCE disampaikan oleh dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F. bersama dr. Nilly Sulistyorini, Sp.F.M. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan blueprint serta template soal agar setiap stasiun OSCE memiliki kesesuaian antara kompetensi yang diukur, instruksi, skenario, dan sistem penilaian.
Selanjutnya, melalui materi Menjadi Penguji UK OSCE, dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F. memberikan pembekalan mengenai peran dan tanggung jawab penguji, termasuk penerapan rubrik penilaian secara konsisten serta menjaga objektivitas selama proses ujian.

Sementara itu, materi Menjadi Pelatih PS UK OSCE yang disampaikan dr. Nilly Sulistyorini, Sp.F.M. membahas peran pelatih dalam mempersiapkan pasien standar agar mampu menjalankan skenario sesuai kebutuhan ujian dan memberikan respons yang konsisten kepada peserta.
Materi Standard Setting OSCE oleh dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F. membahas prinsip penetapan standar kelulusan dalam OSCE sehingga hasil penilaian dapat digunakan secara tepat dalam menentukan pencapaian kompetensi peserta.
Pada materi Prinsip Pelatihan dan Pengelolaan Pasien Standar, dr. Nilly Sulistyorini, Sp.F.M. menjelaskan prinsip dasar pelatihan, pengelolaan, serta koordinasi pasien standar untuk mendukung pelaksanaan OSCE yang terstruktur dan terstandar.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pembagian soal kepada penguji OSCE bersama dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F., serta simulasi melatih pasien standar bersama dr. Nilly Sulistyorini, Sp.F.M. Kedua sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan materi yang telah diperoleh secara langsung.
Selanjutnya, dilakukan penyamaan persepsi antara penguji dan pasien standar yang dipandu oleh dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F. dan dr. Nilly Sulistyorini, Sp.F.M. Sesi ini bertujuan memastikan adanya keseragaman pemahaman terhadap skenario, respons pasien, serta aspek penilaian sebelum pelaksanaan ujian.
Rangkaian ditutup dengan simulasi pelaksanaan ujian OSCE yang melibatkan penguji dan pasien standar. Melalui simulasi ini, peserta dapat memahami alur pelaksanaan OSCE secara menyeluruh sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas dan konsistensi ujian.
Pembekalan Pasien Standar
Pada rangkaian Pelatihan Pasien Standar, peserta mendapatkan sejumlah materi yang dirancang untuk membekali mereka dalam memerankan pasien sesuai skenario OSCE.

Materi Overview Pasien Standar disampaikan oleh Dr. dr. Marindra Firmansyah, M.Med.Ed. yang memberikan pemahaman mengenai konsep, fungsi, serta peran pasien standar dalam proses pendidikan dan asesmen keterampilan klinis.
Selanjutnya, dr. Silvy Amalia Falyani, M.Biomed., Sp.P. menyampaikan materi Simtomatologi dan Skenario OSCE, yang membekali peserta dengan pemahaman mengenai gejala dan karakteristik kasus yang perlu ditampilkan sesuai skenario.
Materi Simtomatologi Penyakit Jiwa disampaikan oleh dr. Hj. Rizki Anisa, M.Med.Ed. Peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik gejala gangguan jiwa serta bagaimana menampilkan respons dan perilaku pasien secara sesuai dalam skenario OSCE.
Sementara itu, materi Make Up dan Moulase oleh dr. Citra Destya Rahma Putri, Sp.MK. memberikan pembekalan mengenai teknik tata rias dan moulase untuk membantu membangun kondisi atau gambaran klinis tertentu sehingga pasien standar dapat merepresentasikan kasus secara lebih realistis.

Setelah mendapatkan pembekalan, peserta mengikuti simulasi dan latihan menjadi pasien standar bersama peserta Pelatihan PPS. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi dan latihan secara keseluruhan bersama peserta Pelatihan Penguji OSCE dan PPS, sehingga seluruh unsur yang terlibat dapat berlatih dalam satu alur pelaksanaan OSCE.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti diskusi dan post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman sekaligus refleksi terhadap materi dan praktik yang telah dilaksanakan selama pelatihan.
Melalui kegiatan ini, FK UNISMA terus berkomitmen memperkuat sistem asesmen pendidikan kedokteran yang objektif, terstandar, konsisten, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi. Sinergi antara penguji OSCE, pelatih pasien standar, dan pasien standar diharapkan dapat mendukung pelaksanaan OSCE yang berkualitas serta memastikan proses evaluasi kompetensi mahasiswa berjalan secara profesional dan akuntabel.


