Peran Mahasiswa Farmasi dalam Edukasi Kefarmasian melalui Pelatihan &Pembuatan Minyak Oles Eucalyptus

Mahasiswa Program Studi Farmasi FK UNISMA menyelenggarakan kegiatan sosialisasi
Pelatihan & Pembuatan Sediaan Minyak Oles Eucalyptus pada masyarakat RW 05
Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, pada tanggal 4 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan
untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan minyak essensial
sebagai obat dan dapat menghasilkan produk kesehatan secara mandiri.


kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk aplikasi mata kuliah Farmasi
Komunitas, yang menekankan peran farmasis dalam pelayanan kefarmasian berbasis
masyarakat. kegiatan sosialisasi ini diketuai oleh Ike Widyaningrum, M. Farm. dan
didampingi oleh Achdan Sukmana, S. Farm.dan Apt. Arina Swastika M, S. Farm. serta
melibatkan empat mahasiswa prodi Farmasi FK UNISMA, yaitu Citra Wulandari, Nurul
Hidayanti, Sabilatul Najjah Assabani dan Gita Ashari.


pada kegiatan ini diawali dengan pembukaan, sambutan dosen dan dilanjutkan oleh
mahasiswa untuk menyampaikan materi tentang kandungan dan manfaat salah satu contoh
minyak essensial dari tanaman Eucalyptus radiata yang diproduksi sebagai sediaan minyak
oles. minyak oles disebut juga sebagai minyak gosok. minyak gosok merupakan produk
kesehatan berbentuk cair yang praktis dan mudah digunakan dan memiliki aroma khas,
serta memberikan sensasi hangat pada tubuh sehingga membantu mengurangi rasa nyeri
dan pegal-pegal. pembuatan minyak gosok ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan
mutu penggunaan obat tradisional agar memenuhi persyaratan khasiat dann keamanan,
serta meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghasilkan produk minyak gosok
secara mandiri.

untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, kami melaksanakan pre-test dan post-test
sebelum dan sesudah pemberian materi. antusiasme masyarakat juga terlihat dari keaktifan
peserta selama sesi sosialisasi berlangsung, diketahui terdapat peserta yang meminta
penjelasan ulang tentang proses pembuatan minyak gosok sehingga menunjukkan bahwa
terdapat minat masyarakat serta meningkatkan pengetahuan dalam menghasilkan produk
minyak gosok secara mandiri.