MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) bekerja sama dengan Puskesmas Kromengan menyelenggarakan kegiatan penyuluhan edukasi kesehatan mata kepada 124 siswa kelas 9 SMPN 1 Kromengan pada Selasa, 2 Oktober 2025. Kegiatan ini menggunakan metode inovatif bernama SMART (Sarana Multimedia Asik Rangsang Ingin Tahu) untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pencegahan penurunan ketajaman penglihatan.
Acara yang berlangsung di SMPN 1 Kromengan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kromengan drg. Nuryani Mubayin, Kepala Sekolah SMPN 1 Kromengan, serta guru-guru kelas. Kegiatan dipimpin oleh Dr. dr. Marindra Firmansyah, M.Med.Ed, dosen FK UNISMA yang memiliki keahlian di bidang pendidikan kedokteran dan seorang dokter di Layanan Primer, didampingi oleh empat mahasiswa profesi dokter yaitu Firdaus Sinung Wijaya, S.Ked, Dina Madarina Pohan, S.Ked, Shinta Dewi Puspitasari, S.Ked, dan Nadia Alifia Putri, S.Ked.

Metode SMART Tingkatkan Antusiasme Siswa
Kegiatan dimulai dengan pembukaan, doa, dan sambutan dari pihak sekolah serta Puskesmas Kromengan. Para siswa kelas 9C, 9D, 9E, dan 9F kemudian mengisi kuesioner pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka tentang kesehatan mata.
Materi penyuluhan disampaikan dengan metode SMART yang memanfaatkan sarana multimedia interaktif. Metode ini terbukti efektif membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan membuat mereka lebih antusias dalam menyerap informasi tentang deteksi dini gejala penurunan ketajaman penglihatan.
“Kami menggunakan pendekatan yang menarik dan mudah dipahami oleh remaja agar mereka lebih peduli terhadap kesehatan mata mereka sendiri,” ungkap Dr. dr. Marindra Firmansyah, M.Med.Ed.

Skrining Kesehatan Mata dan Monitoring Berkelanjutan
Sebagai bagian dari program ini, Puskesmas Kromengan juga melakukan skrining kesehatan mata untuk deteksi dini penurunan ketajaman penglihatan pada para siswa. Dari hasil skrining didapatkan sekitar 23% siswa kelas 9 SMPN 1 Kromengan tahun ajaran 2025/2026 tercatat mengalami penurunan ketajaman penglihatan. Temuan ini menunjukkan pentingnya dilaksanakan pemberian edukasi kesehatan mata sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penurunan ketajaman penglihatan pada anak usia sekolah. Setelah sesi penyuluhan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana siswa yang aktif berkontribusi mendapatkan rewards sebagai bentuk apresiasi.
Yang menjadi nilai tambah dari program ini adalah adanya monitoring berkelanjutan selama 11 hari pasca penyuluhan. Pada akhir periode monitoring, siswa akan mengisi kuesioner post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka terkait kesehatan mata.
Komitmen UNISMA dalam Pengabdian Masyarakat
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen FK UNISMA dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Dengan menyasar siswa-siswa remaja, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata dapat terbentuk sejak dini.
“Kesehatan mata sangat penting bagi anak-anak usia sekolah karena berpengaruh langsung terhadap proses belajar mereka. Melalui program ini, kami berharap siswa dapat mengenali gejala-gejala gangguan penglihatan sejak dini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat,” tambah salah satu mahasiswa yang terlibat.

Kolaborasi antara FK UNISMA dan Puskesmas Kromengan ini diharapkan dapat menjadi model program edukasi kesehatan yang berkelanjutan, tidak hanya di Kromengan tetapi juga di wilayah-wilayah lain di Kabupaten Malang.




