Study Visit Mahasiswa KSM-T Fakultas Kedokteran UNISMA di Hatyai Health Care Center “Hatyai Chivasuk”: Pembelajaran Aerobic (Yoga dan Senam Zumba) serta Thai Massage 

Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) UNISMA International 2026 kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran di bidang promosi kesehatan melalui kegiatan yang diselenggarakan di Hatyai Chivasuk Health Care Center, Songkhla, Thailand. Pada 14 Agustus 2026, yang bertepatan dengan hari ke-6 pelaksanaan program, mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada kebugaran dan relaksasi tubuh, yaitu aerobic berupa yoga dan senam Zumba, serta Thai massage. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung mengenai aktivitas fisik dan terapi tradisional Thailand, tetapi juga memahami bagaimana upaya promotif dan preventif dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan budaya masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pertukaran budaya dan pembelajaran lintas negara yang memperluas perspektif mahasiswa kedokteran tentang pelayanan kesehatan yang holistik.

Gambar 1. Mahasiswa bersama instruktur di Hatyai Chivasuk 

Mengenal Hatyai Chivasuk 

Hatyai Chivasuk merupakan pusat kesehatan masyarakat sekaligus wellness center yang berlokasi di Kota Hatyai, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan. Tempat ini dikenal dengan pendekatan promosi kesehatan yang memadukan pengobatan tradisional Thailand dengan aktivitas kebugaran, seperti terapi herbal, yoga, olahraga air, dan terapi pijat. Selain sebagai tempat perawatan kesehatan, Hatyai Chivasuk juga berfungsi sebagai pusat edukasi bagi masyarakat, mahasiswa, dan tenaga kesehatan yang ingin mempelajari praktik kesehatan tradisional Thailand dan penerapannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

AEROBIC: YOGA DAN SENAM ZUMBA 

Gambar 2. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Melakukan Yoga di Hatyai Chivasuk Health Care Center

Kegiatan pertama adalah aerobic yang terdiri dari sesi yoga dan senam Zumba. Seluruh peserta mengikuti gerakan yang dipandu oleh instruktur. Sesi yoga menekankan gerakan yang terkontrol, pengaturan napas, dan kesadaran terhadap kondisi tubuh. Gerakan yoga membantu meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan koordinasi, sekaligus menjadi sarana relaksasi untuk mengurangi ketegangan setelah
beraktivitas. Pada sesi ini, mahasiswa merasakan bahwa olahraga tidak selalu harus berat dan intens. Gerakan yang tenang dan terarah pun dapat memberi dampak positif bagi tubuh dan pikiran.

Gambar 3. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Mengikuti Senam Zumba di Hatyai Chivasuk Health Care Center

Sesi berikutnya adalah senam Zumba, yaitu latihan aerobik berbasis tarian yang diiringi musik. Gerakannya lebih dinamis dan melibatkan hampir seluruh bagian tubuh, sehingga melatih kebugaran kardiorespirasi, koordinasi gerak, dan daya tahan tubuh. Musik dan suasana kebersamaan membuat peserta lebih bersemangat mengikuti gerakan sampai selesai.

Dari kedua sesi ini, mahasiswa belajar bahwa aktivitas fisik dapat dikemas secara menarik sehingga masyarakat lebih termotivasi untuk melakukannya secara rutin. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO mengenai pentingnya aktivitas fisik teratur untuk mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Dalam konteks promosi kesehatan, olahraga berkelompok juga bermanfaat karena menambah dukungan sosial dan konsistensi.

THAI MASSAGE

Gambar 4. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Mengikuti Thai Massage di Hatyai Chivasuk Health Care Center

Kegiatan kedua adalah Thai massage, terapi pijat tradisional dari Thailand yang menggabungkan teknik kompresi, tekanan pada titik tertentu, dan peregangan pasif. Terapi ini dilakukan oleh terapis terlatih, dengan memberikan tekanan ritmis dan gerakan peregangan secara bertahap pada berbagai bagian tubuh.

Thai massage dikenal bermanfaat untuk mengurangi ketegangan otot, meningkatkan rentang gerak sendi, dan memberi efek relaksasi. Beberapa penelitian juga melaporkan manfaatnya buntuk keluhan nyeri muskuloskeletal, misalnya nyeri punggung bawah. Namun, bukti ilmiahnya masih bervariasi, sehingga Thai massage lebih tepat dipandang sebagai terapi pelengkap daripada pengganti tata laksana medis.

Bagi mahasiswa kedokteran, kegiatan ini memberi gambaran bahwa pengobatan tradisional dapat berjalan berdampingan dengan pelayanan kesehatan modern. Thailand sendiri telah mengintegrasikan pengobatan tradisionalnya ke dalam sistem pelayanan kesehatan. Pengalaman ini juga menunjukkan bahwa budaya dan kebiasaan lokal sangat berpengaruh terhadap cara masyarakat menjaga kesehatannya.

PEMBELAJARAN DARI KEGIATAN
Yoga, Zumba, dan Thai massage memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi sama-sama menekankan bahwa kesehatan dijaga lewat aktivitas fisik teratur, relaksasi, dan keseimbangan

antara fisik dan mental. Bagi calon dokter, pengalaman ini memperluas pemahaman bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif.

Melalui kegiatan di Hatyai Chivasuk, mahasiswa KSM-T UNISMA diharapkan dapat membawa pulang pengalaman ini dan mengembangkan kegiatan promosi kesehatan yang kreatif, menyenangkan, dan mudah diterapkan di masyarakat, baik di tingkat lokal maupun internasional.