Penulis: Naya Tsabitha Dahayu Kurniawan (22301101035)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang diimplementasikan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, terutama di bidang Pendidikan dan kesehatan dengan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan. Program KSM Internasional yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran UNISMA memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa, meningkatkan keterampilan praktis, dan memahami berbagai aspek kehidupan khususnya layanan kesehatan di negara lain.
Kegiatan KKN Internasional ini diikuti oleh 11 mahasiswa dari fakultas kedokteran yang berlangsung dalam 10 hari. Dimulai keberangkatan dari tanggal 9 Agustus 2026 dan kepulangan pada tanggal 18 Agustus 2026. Selama masa tersebut, mahasiswa memperoleh banyak pengalaman dan ilmu dari berbagai aspek, baik itu pendidikan, sosial, dan budaya.
Salah satu program yang dilakukan adalah pengadaan workshop pembuatan tradisional balsem dan inhealer herbal pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan berlokasi di Hatyai Health Care Chivasuk. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam mengenal berbagai tanaman herbal dan pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bahan-bahan herbal yang digunakan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat produk inhealer dan balsem.

Kegiatan diawali dengan mahasiswa mengikuti sesi perkenalan dengan pihak ChivaSuk Health Center sebagai bagian dari pertukaran budaya. Dalam sesi ini, mahasiswa saling memperkenalkan diri sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai program kerja dan pelayanan kesehatan yang dijalankan oleh ChivaSuk Health Center. Setelah sesi perkenalan dan pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan di ruang pertemuan dengan pengenalan mengenai pemanfaatan tanaman herbal dalam pengobatan tradisional.

Mahasiswa kemudian Mahasiswa kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan inhaler herbal (inhaler) dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal yang telah disediakan. Inhealer herbal (yad om) digunakan dengan cara dihirup aromanya. Umumnya dimanfaatkan untuk membantu memberikan rasa lega pada hidung, mengurangi rasa pusng atau mual, serta memberikan sensasi segar dan rileks.
Mahasiswa diperkenalkan oleh bahan dari tanaman herbal yang telah dikeringkan, tanaman herbal yang terdapat pada gambar 2 yaitu mace (bunga pala), cinnamon (kayu manis), cardamom (kapulaga), clove (cengkeh), pepper (lada), Kaempferia galaga (kencur). Bahan lain yang digunakan yaitu camphor, menthol, eucalyptus oil, bahan-bahan ini digunakan untuk membuat essential oil.
Proses pembuatan inhealer diawali dengan menumbuk bahan-bahan herbal hingga halus, menumbuk dilakukan secara bertahap hingga semua bahan tercampur secara halus. Kemudian hasil bahan yang telah ditumbuk dipindah kedalam wadah kaca yang kemudian dicampur dengan bahan-bahan essentsial oil yang sebelumnya telah dicampur terlebih dahulu. Setelah itu campur perlahan hingga merata dan kemudian bisa dipindahkan kedalam wadah kaca kecil yang telah diberi jarring.


Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan balsem, setelah proses pembuatan inhealer selesai mahasiswa diperkenalkan dengan balsem tradisional Thailand. Banyak masyarakat yang masih menggunakan keduanya sebagai bagian dari pengoatan tradisional dan perawatan sehari-hari. Balsem herbal biasanya digunakan secara topikal dengan mengoleskannya pada kulit, misalnya pada area yang terasa pega, nyeri otot, atau tidak nyaman.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat balsam yaitu lanolin, Vaseline, menthol, hard paraffin, dan camphor yang nanti akan dilelehkan diatas api kemudian dicampur dengan plai oil (minyak plai) yang didapatkan dari rimpang tanaman plai (Zingiber casssumunar Roxb.) yang masih satu famili dengan jahe (Zingiberaceae) yang didapat melalui proses distilasi uap rimpang sehingga menghasilkan minyak atsiri untuk memunculkan aroma yang khas.

embuatan balsem diawali dengan memanaskan campuran hard paraffin dan vaselin hingga meleleh, kemudian mentol dan camphor ditambahkan dan diaduk hingga seluruh bahan tercampur secara homogen. Campuran yang masih berbentuk cair kemudian dituangkan ke dalam botol kaca dan dibiarkan pada suhu ruang. Seiring menurunnya suhu, hard paraffin yang sebelumnya meleleh kembali mengalami kristalisasi, sedangkan vaselin memberikan tekstur yang lebih lembut dan semipadat. Proses tersebut menyebabkan campuran yang awalnya cair secara bertahap memadat hingga menghasilkan balsem.


