Kunjungan Home Care Pasien Bedridden di Hatyai Thailand Bersama Mahasiswa KSM-T Internasional Fakultas Kedokteran UNISMA

Penulis: Antania Gricelva Yusamanda (22301101046)

Pelayanan kesehatan tidak selalu berlangsung di rumah sakit atau klinik. Bagi pasien yang tidak mampu meninggalkan tempat tidur, layanan justru datang ke rumah mereka. Hal inilah yang dipelajari oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA dalam program KSM Internasional, yang merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program ini, mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana layanan kesehatan berbasis komunitas dijalankan di negara lain, yaitu di Thailand.

Pada hari ketiga, yaitu Selasa, 11 Agustus 2026, mahasiswa mengikuti kegiatan kunjungan rumah (home care) kepada pasien bedridden, yaitu pasien yang sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat tidur karena keterbatasan fisik akibat penyakit yang diderita. Kunjungan dilakukan ke dua rumah di wilayah, dengan satu pasien di masing-masing rumah. Mahasiswa berkunjung bersama tim kesehatan setempat yang terdiri dari perawat dan petugas kesehatan. Tim ini rutin mendatangi pasien setiap bulan untuk memantau kondisinya, seperti kunjungan rumah yang dilakukan tim Puskesmas di Indonesia.

Di rumah pertama, mahasiswa bertemu dengan pasien yang memiliki beberapa penyakit, salah satunya Parkinson. Parkinson merupakan gangguan sistem saraf yang umumnya memengaruhi pergerakan sehingga pasien sering membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari. Mahasiswa berbincang dengan perawat dan keluarga mengenai keluhan, kebiasaan harian, dan cara keluarga membantu pasien di rumah. Setelah itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengukur tekanan darah pasien sebagai bagian dari pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV). 

Di rumah kedua, mahasiswa berkunjung ke pasien yang memiliki gangguan pada sistem saraf, yaitu stroke. Di sini, perawat yang mendampingi turut menceritakan kondisi pasien serta bagaimana perawatannya dilakukan selama ini, dan kegiatan sehari-hari pasien. Setelah itu, mahasiswa kembali melakukan pengukuran tekanan darah. Pada pasien yang kondisinya sudah berlangsung lama, pemantauan TTV secara berkala penting dilakukan karena dapat membantu tenaga kesehatan mengenali perubahan kondisi pasien sedini mungkin. 

Dari dua kunjungan tersebut, mahasiswa melihat bahwa keluarga berperan besar sebagai perawat utama di rumah. Perawat dan petugas kesehatan berperan memeriksa kondisi pasien, memberikan edukasi, dan memastikan keluarga memahami cara merawat pasien dengan baik. Kegiatan ini memberikan pelajaran tentang bagaimana berkomunikasi dengan empati, melakukan pemeriksaan dasar dalam situasi nyata, dan bekerja sama dengan tim kesehatan setempat. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam memberikan pelayanan yang tepat secarara medis serta menumbuhkan empati terhadap pasien dan keluarganya.