Nyanyian tentang cuci tangan dalam bahasa Inggris terdengar riuh di sebuah sekolah dasar di Songkhla, Thailand. Sambil menggosok telapak tangan, puluhan siswa ikut bernyanyi. Di sudut lain, sekelompok anak berlomba menebak langkah menyikat gigi untuk mendapatkan hadiah. Suasana ini terjadi di Ban Kao Rang School, Khlong Hoi Khong, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Saat itu, 11 mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar edukasi kesehatan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

Mahasiswa UNISMA bersama siswa Ban Kao Rang School
Acara dibuka dengan perkenalan. Para mahasiswa menyapa sekitar 70 siswa sekolah dasar yang duduk bersila di aula dan membalas dengan penuh semangat. Rasa canggung pun cepat hilang. Siswa kemudian dibagi menjadi empat kelompok dan menempati empat pos belajar, yaitu mencuci tangan, menyikat gigi, memilih jajanan sehat, dan memilah sampah. Mahasiswa juga dibagi menjadi empat tim, masing-masing mengampu satu pos.
Siswa tidak menetap di satu pos. Sekitar setiap 30 hingga 45 menit, kelompok berpindah ke pos berikutnya, layaknya berkeliling wahana permainan. Dengan rotasi ini, setiap siswa mendapat keempat materi. Kelompok kecil juga membuat suasana lebih akrab: mahasiswa dapat memantau respons setiap anak, dan anak-anak lebih berani bertanya serta mencoba.
Setiap pos punya cara belajar tersendiri yang jauh dari kesan membosankan. Di pos cuci tangan, siswa mengamati poster langkah-langkahnya, lalu bermain tebak tahapan dengan hadiah bagi yang menjawab benar. Mereka kemudian menyanyikan lagu cuci tangan berbahasa Inggris bersama-sama, dan sebagai puncaknya, beberapa siswa memperagakan langkahnya di depan teman-temannya. Dengan melihat, bernyanyi, dan mencoba langsung, pesan terasa lebih dekat dengan keseharian mereka.
Di pos sikat gigi, siswa mempelajari cara menyikat gigi yang benar melalui poster dan permainan. Lagu berbahasa Inggris serta permainan English Camp bertema gigi dan mulut membuat sesi ini penuh tawa. Di pos jajanan sehat, siswa diajak memilih camilan yang baik bagi tubuh, mengurangi makanan dan minuman manis serta gorengan, mencuci tangan sebelum makan, dan rajin minum air putih. Pesan-pesan sederhana ini sengaja dikemas ringan agar mudah diingat anak SD.
Di pos pengelolaan sampah, siswa belajar bahwa membuang sampah pada tempatnya bukan sekadar soal kerapian, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan. Lewat poster, mereka mengenal perbedaan sampah organik dan anorganik, sehingga kebersihan sekolah dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Dengan begitu, pesan kesehatan hari itu tidak berhenti pada kebersihan diri, tetapi juga mencakup lingkungan tempat mereka belajar.
Bahasa Inggris sederhana diselipkan di setiap pos, baik lewat lagu, kosakata, maupun instruksi singkat. Sambil belajar hidup sehat, siswa sekaligus berkenalan dengan bahasa asing dalam suasana santai. Sepanjang kegiatan, siswa tampak aktif. Mereka bernyanyi, berebut menjawab kuis, dan berani maju mempraktikkan materi di depan kelompoknya. Semangat ini menular kepada mahasiswa yang menjaga pos.

Kebersamaan mahasiswa UNISMA dan siswa Ban Kao Rang School di sela kegiatam
Seusai sesi belajar dan waktu istirahat, keseruan berlanjut di lapangan sekolah. Mahasiswa memperkenalkan permainan tradisional Indonesia, ular naga. Siswa membentuk barisan panjang, berpegangan pada baju teman di depannya, lalu berlari berkelok-kelok sambil tertawa tanpa terhalang bahasa. Aturannya mudah dipahami lewat contoh dan gerakan.

Siswa Ban Kao Rang School memainkan ular naga, permainan tradisional Indonesia, di lapangan sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNISMA tidak hanya membawa pesan hidup bersih dan sehat, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia dan mempererat hubungan lintas budaya dengan siswa Thailand. Hari itu menjadi pengingat bahwa pesan kesehatan paling mudah diterima ketika disampaikan lewat lagu, permainan, dan kebersamaan.

